Sabtu, 28 Mei 2011
kekacauan yang menguji ketenangan
Kekacauan mulai merambah lekuk bumi yang sembunyi Tiada yang bisa menghindar selain
dihadapi berpijak bumi Segala kemampuan gaib tak terpakai kala keluarga lewati badai
Hanya kemampuan menenangkan diri saja yang bisa melampaui Air mata dan isak tangis beriringan melambai di atas dan di bawah Tiada kesuksesan yang tidak dibarengi dengan kesedihan dalam jiwa Suara serak tersendat oleh kenyataan hidup yang hilang aroma damai Mencari dimanakah tempat pelarian yang bisa tuk taruh kepala panas
Sayangnya tempat pelarian yang tertutup sekarang terbuka semua Tiada lagi tempat
tersembunyi paling aman selain di tempat terbuka Mereka yang mencari ketenangan menuju tempat yang dianggap tenang Hanya akan menemukan tipu muslihat dan saling
menjatuhkan saja disana Ketenangan diuji seakan tak ada yang bisa menguasai dirinya saat ini Namun kekacauan tak pernah menyadari ketenangan itu dirinya juga Berada di lapisan paling bawah kekacauan adalah lapisan ketenangan Sebab kekacauan itu lapisan paling kasar dari lapisan ketenangan yang ada Muncul dalam kekacauan dan hidup mengalir bersama kekacauan jaman Namun tidak terikat pada kenyataan kacau dan singgasana tenang tidak berubah Di luar kelihatan ikut arus ekspresi seakan terpengaruh oleh kondisi situasi Namun strategi jitu tak diketahui sedang diolah dalam rumah ketenangan hati Kekacauan menyangka mereka menang atas hati manusia seluruh bumi Tak pernah bisa mendeteksi ketenangan hati para pejalan kesadaran suci
Dengan disiplin diri sangat ketat dan evaluasi kejujuran seterbuka mungkin Para pejalan kesadaran membuang selubung kulit gelapnya dan menguliti semua Bila setiap perang membutuhkan strategi tuk sikapi siasat lawan yang berat Begitu pula jiwa
harus pintar dan bijak menguasai jalan karma dihadapannya Seperti bermain catur bersama lawan main pakailah strategi melihat situasi Sebab mengalir saja tanpa mengerti apa yang sedang dihadapi jadi jatuh sendiri Saat inilah pembuktian diri pada
kehidupan alam semesta dan segala isinya Benarkah sebuah jiwa yang bernama diri menguasai ketenangan dalam pribadinya Atau hanya slogan diskusi dan ceramah rohani yang keluar dari bibir fisik ini Semua akan teruji dan pembuktian pada masing masing
orang akan nyata sekali.untuk lebih lengkapnya tentang artikel spiritual klik disini
Diposting oleh Unknown di 07.52
Label: kekacauan vs ketenangan, Spiritual
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar